Jumat, 21 Oktober 2016

Analisis Pembelian



1. Pengertian Analisis Pembelian

Analisis Pembelian yakni serangkaian kegiatan atau menganalisis terhadap kegiatan pembelian dalam dalam suatu organisasi baik itu pembelian bahan baku, inventory, peralatan dan segala hal yang berhubungan dengan pengambilan keputusan untuk pembelian suatu barang, dengan tujuan agar organisasi dapat membeli produk dengan efektif dan efisien. Misalnya dengan memperoleh produk yang berkualitas terbaik, harga yang relevan, meminimize biaya pembelian produk atau mengefektifkan leadtime pengiriman barang dari pihak suppliyer.

Definisi Analisis Pembelian

Analisis menurut kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu:

penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan seabgainya);
Penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan;
penyelidikan kimia dengan menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dan seabgainya;
penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya;
pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya;

Sedangkan pengertian analisis menurut yang sering kita jumpai dikutip pada panduan-panduang penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut:
Analisis merupakan aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya. Dalam pengertian yang lain, analisis adalah sikap atau perhatian terhadap sesuatu (benda, fakta, fenomena) sampai mampu menguraikan menjadi bagian-bagian, serta mengenal kaitan antar bagian tersebut dalam keseluruhan. Analisis dapat juga diartikan sebagai kemampuan memecahkan atau menguraikan suatu materi atau informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipahami.

Sedangkan pengertian Pembelian yaitu :

Pengertian Pembelian dan Tahapan Siklus Pembelian (Purchasing Cycle) Menurut Gelinas dan Dull (2010), proses pembelian merupakan suatu struktur interaksi antara orang-orang, peralatan, metode-metode, dan pengendalian yang dirancang untuk mencapai fungsi fungsi utama sebagai berikut:
(1) Menangani rutinitas pekerjaan yang berulang-ulang dari bagian pembelian dan penerimaan.
(2) Mendukung pengambilan keputusan dari orang-orang yang mengatur bagian pembelian dan penerimaan.
Membantu dalam penyajian laporan internal dan laporan eksternal. Siklus pembelian mencakup proses pembelian, penerimaan barang maupun jasa.

Setiap perusahaan memiliki tahapan siklus pembelian yang berbeda-beda. Namun, secara umum tahapan siklus pembelian pada perusahaan-perusahaan memiliki kemiripan satu sama lain. Menurut Jones dan Rama (2006), siklus pembelian mencakup operasi-operasi sebagai berikut :
1. Proses rekuisisi. Dokumen permintaan pembelian disiapkan oleh karyawan dan harus disetujui oleh supervisor. Daftar permintaan pembelian ini kemudian akan diserahkan kepada bagian pembelian untuk melakukan transaksi pembelian dengan supplier.
2. Melakukan kesepakatan dengan supplier untuk pembelian barang. Kesepakatan dengan supplier mencakup purchase order dan kontrak dengan supplier.
3. Menerima barang atau jasa dari supplier. Perusahaan melalui bagian penerimaan harus memastikan Analisa & Evaluasi (Kriswanto; Ririn Fibrina) 359 bahwa barang yang diterima sesuai dengan pesanan dan dalam keadaan baik.
4. Menerima klaim atas barang atau jasa yang diterima. Setelah barang diterima, supplier akan mengirimkan tagihan dan akan dicatat oleh bagian piutang.
5. Memilih tagihan yang akan dibayar. Pemilihan tagihan yang akan dibayar umumnya dilakukan berdasarkan jadwal yang biasanya adalah jadwal mingguan.
6. Menulis cek. Setelah memilih tagihan yang akan dibayar, maka cek pembayaran akan ditulis dan dikirimkan kepada supplier.

Oleh karnanya seorang Manager Pembelian atau procurement harus bisa memilih dan mempertimbangkan waktu pembelian bahan baku, kualitas bahan baku, kuantitas yang bibeli untuk mencapai efisiensi dalam memproduksi suatu produk sehingga produk yang dihasilkan mencapai Harga Pokok Produksi yang dianggarkan dan harga produk bisa bersaing di Pasar.

Ada beberapa prinsip yang yang harus diperhatikan dalam menjalankan fungsi pembelian antara lain sebagai berikut:

1. The Right Quality

Kualitas barang yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang telah dirancang atau ditetapkan oleh perusahaan.

2. The Right Price

Nilai suatu barang yang dinyatakan dalam mata uang yang layak berlaku pada saat dan kondisi pembelian dilakukan.

3. The Right Quantity

Jumlah yang tepat dan benar-benar diperlukan oleh perusahaan pada waktu tertentu.


4. The Right Time

Barang tersedia setiap kali diperlukan atau sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Persediaan barang haruslah diperhitungkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan biaya lebih besar untuk perawatan barang tersebut.

5. The Right Place

Barang yang dibeli atau diserahkan sesuai dengan tempat yang dikehendaki oleh perusahaan sebagai pembeli.

6. The Right Source

Barang berasal dari sumber yang tepat, yaitu apabila memenuhi prinsip-prinsip pembelian yang lain.

3. Ketentuan dan Resiko Keuangan

Risiko keuangan adalah segala macam risiko yang berkaitan dengan keuangan, biasanya diperbandingkan dengan risiko non keuangan, seperti risiko operasional. Jenis risiko keuangan misalnya adalah risiko nilai tukar, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas.

Risiko operasional oleh Basel II didefinisikan sebagai suatu risiko kerugian yang disebabkan karena tak berjalannya atau gagalnya proses internal, manusia dan sistem, serta oleh peristiwa eksternal. Walaupun risiko ini dapat diterapkan pada semua jenis organisasi bisnis, keterkaitan utamanya adalah pada bidang perbankan yang regulatornya bertanggung jawab untuk menciptakan pengamanan sebagai perlindungan terhadap kegagalan sistemik sistem perbankan dan ekonomi.

Risiko nilai tukar atau risiko mata uang adalah suatu bentuk risiko yang muncul karena perubahan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang yang lain. Suatu perusahaan atau pemodal yang memiliki aktiva atau operasi bisnis lintas negara akan memperoleh risiko ini jika tidak menerapkan lindung nilai (hedging).

Risiko nilai tukar yang terkait dengan instrumen mata uang asing penting diperhatikan dalam investasi asing. Risiko ini muncul karena perbedaan kebijakan moneter dan pertumbuhan produktivitas nyata, yang akan mengakibatkan perbedaan laju inflasi.

Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul karena nilai relatif aktiva berbunga, seperti pinjaman atau obligasi, akan memburuk karena peningkatan suku bunga. Secara umum, jika suku bunga meningkat, harga obligasi berbunga tetap akan turun, demikian juga sebaliknya. Risiko suku bunga umumnya diukur dengan jangka waktu obligasi, teknik paling tua yang sekarang digunakan untuk mengelola risiko suku bunga.

Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Misalnya : jika suatu pihak tidak dapat membayar kewajibannya yang jatuh tempo secara tunai. Meskipun pihak tersebut memiliki aset yang cukup bernilai untuk melunasi kewajibannya, tapi ketika aset tersebut tidak bisa dikonversikan segera menjadi uang tunai, maka Aset tersebut dikatakan tidak likuid.


Risiko keuangan (financial risk)
adalah sejauh mana perusahaan bergantung pada pembiayaan external (termasuk pasar modal dan bank) untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung. Risiko keuangan tercermin dalam faktor-faktor seperti leverage neraca, transaksi off-balance sheet, kewajiban kontrak, jatuh tempo pembayaran utang, likuiditas, dan hal lainnya yang mengurangi fleksibilitas keuangan. Perusahaan yang mengandalkan pada pihak eksternal untuk pembiayaan berisiko lebih besar daripada yang menggunakan dana sendiri yang dihasilkan secara internal.

Tujuan utama manajemen resiko keuangan

Untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas dan equitas.
Resiko volatilitas harga yang dihadapi ini dikenal sebagai resiko pasar. Resiko pasar terdapat dalam berbagai bentuk.
Pertumbuhan jasa manajemen resiko yang cepat menunjukan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan resiko keuangan.
Jika perusahaan menyamai nilai kini arus kas masa depannya, manajemen potensi resiko yang aktif dapat dibenarkan dalam beberapa alasan.
Pentingnya Manajemen Resiko Keuangan
Pertumbuhan jasa manajemen resiko yang cepat menunjukan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan resiko keuangan.
Adanya harapan yang besar dari investor pihak-pihak berkepentingan lainya, agar manajer keuangan mampu mengidentifikasikan dan mengelola resiko pasar yang dihadapi secara aktif.

Berbagai Resiko Keuangan

Berbagai bentuk resiko keuangan yang juga termasuk market aspek yang harus diidentifikasi oleh manajer keuangan adalah:
Resiko Produksi dan operasional, adalah penggunaan biaya produksi dan operasional melebihi standar yang ditetapkan,
risiko likuiditas, timbul karena tidak semua produk manajemen dapat diperdagangkan secara bebas,
Diskontinuitas pasar, mengacu pada resiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap,
Resiko kredit, merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manajemen risiko tidak dapat memenuhi kewajibannya,
Resiko regulasi, adalah risiko yang timbul karena pihak otoritas public melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu

Resiko pajak, merupakan risiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan,

Resiko akuntansi, adalah peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat selain bagian dari transaksi yang hendak dilindung nilai.

Resiko kerugian yang timbul akibat perubahan harga mata uang asing, tingkat bunga, komoditas dan ekuitas.


Sumber bahan bacaan:
https://haviafotokopi.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-analisis-apa-yang-dimaksud.html
(http://journal.binus.ac.id/index.php/BBR/article/viewFile/1258/1126)
https://id.wikipedia.org/wiki/Risiko_keuangan
https://prezi.com/dydooutt5w7y/risiko-keuangan-financial-risk/
Selamat Datang Di Blog Eka Susanti